Jurnal Seorang Mahasiswa Teknik Mesin (Aku dan PPSMB Kesatria)

 

Segala pujian hanya bagi Allah ‘Azza wa Jalla, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Semoga Allah Jalla Dzikruhu selalu memberikan hidayah kepada kita.

Ucapan syukur terbingkai indah untuk Rabb kita yang Maha Tinggi, Maha Pengasih dan Penyayang hamba-Nya. Tak bosan – bosannya diri ini memuji kemuliaan dan kesempurnaan-Nya. Dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada hamba sekaligus utusan-Nya, sang kekasih Allah Rabb Semesta Alam, yakni Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, keluarga, dan para sahabat beliau serta orang – orang yang berpegang teguh dengan Sunnah beliau hingga datang hari di mana penyesalan sudah tiada berarti (kiamat).

# Pra PPSMB KESATRIA

Alhamdulillaah, Barakallaahu fiikum. Saya dengan segala kekurangan dan berlumur dosa serta cela ini punya impian untuk tinggal di Jogja, sebuah kota mini versi saya dengan penuh warna warni yang cerah nan indah. Kuliah di Universitas yang nyaman  dan rindang bagi hati, serta menetap di sebuah daerah kecil namun padat dengan kegiatan menuntut Ilmu Syar’i, pelipur lara dan kerinduan akan ilmu syar’i dan kampoeng halaman. Namanya Pogung, ya pogung dalangan tepatnya. Semoga Allah luruskan niatku untuk melakukan rihlah sampai pada akhirnya sekarang bisa tinggal di Kota Yogyakarta tercinta, Kota Pelajar. Walhamdulillah..

Dahulu, seorang shalih bernama Sufyan At-Tsauri rahimahullaahu ta’aala pernah berkata,

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat untuk dilawan, bagi diriku sendiri, melebihi niat. Sebab, niatku selalu berubah – ubah.”[1]

Semoga niat ikhlas karena Allah Tabaraka wa Ta’aala dan keistiqomahan selalu hadir dalam hatiku. Semoga Allah mudahkan. Berat, memang betul betul berat..Untuk meluruskan niat lalu menjaganya agar tetap teguh dan istiqomah adalah sesuatu yang sangat berat.

Ada sesuatu yang mengganjal dalam hati ini, teruntuk untuk hati ini yang menetapkan pilihannya di Jurusan Teknik Mesin dan Industri prodi Teknik Mesin. Tanda Tanya besar, apakah akan di nilai sebuah ibadah belajar di fakultas teknik, yang nantinya menjadi seorang Engineer???

Hati ini diliputi gundah gulana laksana ombak yang terhempas badai, sampai pada akhirnya berlabuh di sebuah khabar indah dari fatwa seorang ‘Ulamaa yakni Syaikh Sholeh Al Fauzan hafidzahullaahu ta’aala yang pernah ditanya bagaimana hukum belajar ilmu science, kedokteran dan lain lain.

Beliau menjawab  ”Itu hal yang bagus dilakukan dan dia akan mendapatkan pahala. Hanya saja dia tidak boleh meninggalkan aktivitas belajar ilmu agama yang ia butuhkan”.[2]

Masyaa Allaah, terjawablah apa yang menjadi unek unek di hati. Semangatku kembali seperti dahulu bagai banjir bandang yang tak terbendung oleh apapun. Benar benar hati ini bergetar ketika membacanya, sebuah khabar yang sangat indah ini. Seorang Engineer pun bisa masuk surga dengan Ilmunya, Ya Allah.. Semoga Aku bisa..luruskan niat hambamu ini dan istiqomahkan aku di jalanmu.

# PPSMB

*Hari Pertama

Alhamdulillah, rasanya tidak berlebihan jika saya menyatakan semua ini adalah kemudahan yang diberikan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala untukku bisa kuliah di Universitas terbaik di negeri ini. Maka dari itu saya ingin menuliskan beberapa kesan – kesan yang saya dapat dari acara hebat ini, PPSMB KESATRIA namanya sobat. Sebuah awal yang spektakuler bagiku.

Pagi buta itu, aku teringat dengan sebuah sabda Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Pasti aku sebagai pemuda kan bergelora semangat mudaku ketika mendengarnya. Semoga semangatku masih tetap seperti dulu laksana banjir bandang yang tak terbendung oleh apapun itu..

Dari Sakhr al-Ghamidi radhiyallaahu ta’aala ‘anhu, ia berkata, 
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

 “Yaa Allah, berkahilah ummatku di waktu paginya.” [3]

Lihat, betapa berkahnya waktu pagi dan betapa banyak orang yang terlalaikan di waktu paginya.

Hari pertama, kuayunkan kedua kakiku dengan segenap semangat bergelora dalam jiwa dan raga ini. Menyusuri indah dan ramahnya warga sebuah kampung pogung. Menyusuri selokan mataram yang bersih tanpa sampah satupun. Melihat eloknya teman – teman seangkatan yang bertebaran di tepi tepi jalan memakai baju seorang kesatria teknik dengan slayer hijau yang lebih berkesan gagah layaknya seorang kesatria muda.

Tak  perlu lama menuju fakultas teknik, 10 menit berjalan terlihat sahabat – sahabatku sudah berkumpul rapi menunggu giliran log in. Awalnya saya tidak tahu apa itu log in, tak tahu mengapa ada yang menuju ke barat dan ada yang di alihkan ke sebuah parkiran. Lalu akupun beranikan untuk maju 2 langkah, terlihat seorang kakak yang terlihat gagah berani menanyakan kelengkapanku. Hatiku berdebar seperti kerja piston mobil yang bergerak cepat dengan kecepatan luar biasa. Dan CETAAAARRRRR, di tasku ditemukan sebuah gunting dan pasta gigi.. Walah ketelodaran dan kelalailanku sebagai manusia akhirnya muncul juga. Gunting yang kemarin untuk membuat tugas kelompok, dan pasta gigi yang sudah 1 bulan menginap di tasku.

Akhirnya, aku di arahkan menuju tempat di parkiran. Dan ternyata tanpa diduga dan tak disangka, di pagi yang cerah itu kami mendapatkan siraman rohani penyemangat jiwa oleh kakak komdis. Ya akhirnya aku dengarkan baik baik, iya benar memang aku salah. “Iya kak, saya salah, iya kak kami salah”. Ujar aku dan sahabat seperjuanganku.

Tapi jangan salah ya, di sini tidak ada pelecehan (peloncoan) dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun bathin. Tidak lain dan tidak bukan, adalah kata – kata yang keluar dari para intelektual yang terjaga ucapannya dari hal hal kotor dan menyakitkan sebagaimana terjadi dalam beberapa ospek di universitas – universitas lainnya. Bukan, bukan, tidak ada seperti itu di PPSMB ini.

Oke lanjut saja, setelah mendapatkan siraman rohani kita diarahahkan ke depan kpft tepatnya untuk mengikuti upacara pembukaan. Terlihat teman – teman satu gugus yang sudah menanti kita. Kelalaian kami yang membuat mereka menunggu, menunggu yang tak pasti seberapa lama waktunya. Aduhai, betapa kasihan mereka menunggu kami yang membawa seenggok duri untuk mereka. Maafkan kami sobat!

Tak berselang lama, acara penyambutan yang telah dipersiapkan oleh panitia berjalan dengan sukses tanpa kendala. Akhirnya acara di buka dengan sambutan dari Dekan atau yang mewakili.  Dan tibaah waktu yang ditunggu tunggu, yakni Talkshow Mahasiswa Aktif Berprestasi yang narasumbernya dari Alumni teknik yang berprestasi. Benar – benar mantap, di tengah terik matahari yang menjulang tinggi, membakar semangat dan jiwa kami terayuh hanyut dalam bingkai kisah sukses mereka para Alumni. Ya Allah, semoga aku bisa seperti mereka..

Setelah itu acara dilanjutkan dengan sedikit canda tawa yang di sampaikan oleh prokoler yang kembali memeriahkan suasana. Nama namanya lucu sedikit membuat kami terenyah dan terbeliak tawa. Dengan tingkah laku mereka membuat kita antusias mengarahkan pandangan ke depan.

Singkat cerita, setelah season itu kita ishoma dan setelahnya kita mengikuti Jelajah Lembaga dan Expedisi Teknik dan Kepemanduan. Banyak hal yang kita dapat dari sini, tentang keorganisasian yang ada di fakultas teknik ini yang buanyaak. Serta materi materi yang bermanfaat. Cerita siang itu berlanjut ketika kelompok kami dibagi menjadi 4 bagian. A B C D, dan aku ikut kelompok B. Ternyata kelompok B diarahkan ke sebuah tempat yang disitu sudah ada seorang narasumber dari Alumni Geografi. Beliau bercerita banyak dan membuka pemikiran kami yang masih cengeng ini. Bahwa dalam sebuah ruangan gelap, tak perlu untuk koar – koar “gelap gelap gelap”, namun sebagai mahasiswa, nyalakanlah satu saja lilin yang kan menerangi ruangan tersebut. Artinya, mahasiswa itu tindakannya nyata, bukan sekedar omongan belaka.

Akhirnya kisah di sore itu berakhir di sebuah tempat disertai narasumber juga membahas tentang lifeplan. Beliau berbicara banyak mengenai perjalanan hidup. Berbondong bondong, para kesatria menuju tempat depan kpft untuk mengikuti upacara penutupan PPSMB hari itu. Tapi berbondong bondong bagai singa berjalan, terlihat gagah dan wibawa. Sekali lagi bukan berlari, tapi berjalan dengan sedikit cepat. Tidak lain dan tidak bukan, kita diajarkan kedisiplinan. Mengefisiensikan waktu se efisien mungkin. Tanpa bermalas malasan, sehingga waktu selesai acara pun tepat waktu, sungguh hebat.

Sungguh, yang kurasakan dihari pertama ini adalah rasa kagum terhadap yang namanya ibadah. Di PPSMB ataupun bahkan dahulu ketika kumpul laskar dengan pemandu, shalat berjamaah sangat terjaga bagi peserta maupun panitia. Sungguh besar perhatiannya kepada ibadah yang agung ini. Sehingga hati ini merasa nyaman mengikuti setiap acara yang ada.

*Hari Kedua

Lagi lagi, berbondong – bondong para kesatria dari berbagai penjuru mengerahkan gelombang kaki yang diayunkan dan tangan yang turut menyertai setiap hembusan nafasnya para kesatria. Dan tibalah kami di sebuah tempat kemarin untuk mengikuti log in.

Alhamdulillah sob aku lolos. Hari ini aku bisa lolos dan masuk barisan karena aku membawa barang yang sesuai dengan pesanan panitia dan tidak ada pelanggaran. Alangkah bahagianya diriku ini.

Singkat cerita saja, ada sebuah sebuah seminar nasionalisme yang dibawakan juga oleh Alumi fakultas teknik. Ini benar – benar menginspirasiku, Nasionalisme, Ya, satu kata yang sudah mulai hilang dari dada – dada para pemuda bangsa ini. Hatiku semakin tergerak ketika mendengar bahwa ada seorang alumni yang mengatur asset asset tanah airku yang nantinya akan dinikmati oleh penduduk negeri ini. Seperti tambang batubara dan emas. Wah luar biasa memang.

Lagi lagi singkat cerita, namun sebelum ini buaanyyaak materi yang kita dapat. Intinya kita dibekai ilmu dan wawasan oleh para Alumni dari materi Kepemimpinan, Karya Inovatif dan masih banyak lagi. Ada sebuah season dimana disitu kita diajarkan sebuah nilai kebersamaan dan kegotong royongan yang kian lama terkikis dari benar benak pemuda Indonesia. Kita mempunyai tugas angkatan yakni mempuas tugu teknik dari kubus – kubus yang kita buat sebelumnya. “Lem mana lem, lemnya tambah, ini ini”. Kira kira begitu geriak semangat kami dalam menyusun kubus – kubus itu. Dan akhirnya, sebentar saja tugu teknik itu berdiri dengan kokoh, namun braakkkk, Tugunya rusak, 3 pondasinya tidak bisa menahan kubus yang kokoh itu.

Akhir kisah, sejarah telah diukir dan terlukis indah dengan kisah – kisah mengharu biru tentang KITA. Terutama teman – teman dari Dhamasraya 32. Sungguh kalian hebat!! Bermula dari perkenalan singkat, yah mungkin susah untuk menghafal nama – nama kalian karena kemampuan daya ingatku lemah. Sampai pada akhirnya aku sanggup untuk menghafal nama – nama kalian sob. Rasanya luar biasa berkenalan dengan kalian, serasa berkenalan dari ujung barat pulau Sumatra sampai ujung timur pulau Papua. Kalian semua ada disitu mewakili daerah masing – masing. Tak sungkan untuk mengungkapkan cirri khas masing – masing, bahkan mereka bangga dengan itu semua.

Teruntuk untuk kedua pemanduku, kalian sungguh hebat. Kalian begitu cerdas ketika menghafal nama – nama kami dan menjebak kami dalam sebuah teka teki ringan. Dan ternyata kalian berada bersama kami, sebelum kami mengetahuinya. Sungguh menarik ide nya. Sebuah kesan awal yang tak mudah untuk dilupakan, saling tuduh pun terjadi kala itu. Haha “Kamu penyusup ya, kamu pemandunya?” itu kira kira gelagak tanya kami ketika kaget mendapatkan sms bahwa sang pemandu berada di tengah kami. Ada seorang maba yang menjadi korban, nama nya Ari dari prodi teknik Nuklir. Dia seperti seorang yang tertuduh jatuh cinta namun tak mau mengaku. Brakkkk, ternyata kita salah besar. Bukan dia ternyata. Akhirnya kita miscall nomer pemandu, daaann berbunyilah hp para pemandu. Akhirnya kita berkenalan dengan kedua pemandu tersebut, sebagai anggota yang rajin aku mulai menghafal nama lengkap beliau – beliau ini. Namanya mas Zufar Amanullah Masnan dan mbak Ria Nurulita, semoga Allah selalu menjaga mereka dalam kebaikan.

Lalu, terima kasih kami haturkan setulus – tulusnya kepada para pemandu yang setia membimbing kami dari anak – anak yang masih lugu menjadi anak – anak yang cekatan, mudah bergaul dan aktif. Dengan kemampuan, kecerdasan, dan kemauan juga tentu dengan pertolongan dari Allah, aku yakin kalian Mas Zufar dan Mbak ria bisa menjadi seorang Engineer yang handal dan mempunyai pemikiran dan strategi membangun bangsa ini yang tak terkalahkan, bagai Soekarno dan Cut Nyak Dien kala itu. Jazaakumullaahu khairan atas nasehatnya selama ini. Sungguh, nasehat dikala pagi, siang, malam menjelang tidur, kami tak akan melupakannya.

Lama sudah rasanya kita tak berjumpa. Ada seenggok rindu yang tak terbendung rasanya. Sampai pada akhirnya, jum’at malam kita bermain futsal bersama, walau tak semua hadir, namun cukup untuk mengobati rindu yang mengejar ini.

Tetap semangat semuanya !!! Gelorakan semangat kalian..

“Bersemangat (bersungguh-sungguhlah) untuk mendapatkan apa yang dapat bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allaah ‘Azza wa Jalla (dalam segala urusan) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.” [4] 

Malam Sabtu, Di Koordinat Titik Rindu

Senyummm dari kawanmu

-Dimas Jati Panggayuh, 29 Agustus 2015

Catatan Kaki :

[1] (Hilyatul Auliya, 7/5 dan 62)

[2] (Al-Muntaqa, 1: 332)

[3] (Shahiih, HR. Abu Dawud, no. 2606) 

[4] (Shahiih, HR. Muslim, no. 2664 dalam Shahiih-nya, Ahmad, II/366, 370, dan Ibnu Majah, no. 79, 4168)

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: